Penumpukan sampah kering seperti botol plastik, kardus bekas, dan wadah makanan di lokasi penampungan pengungsi sering kali memakan area yang sangat luas. Volume sampah yang membengkak menyebabkan tempat penampungan sementara cepat penuh dan memicu munculnya bau tidak sedap serta lalat penular penyakit. Menjawab permasalahan kebersihan di tempat bencana, jurusan teknik mesin sekolah berhasil merancang mesin penekan sampah sederhana tanpa menggunakan tenaga listrik. Penggunaan alat pemadat sampah mekanis ini terbukti efektif mengecilkan volume tumpukan limbah kering hingga menjadi seperlima ukuran semula.
Mekanisme alat bekerja menggunakan sistem tuas pengungkit manual yang memanfaatkan tenaga tekan tubuh manusia secara maksimal namun tetap ringan digunakan. Kerangka alat dibuat dari besi pipa hollow yang kokoh namun memiliki bobot yang cukup ringan sehingga mudah dipindahkan oleh dua orang relawan. Sampah plastik dan kardus yang telah dipadatkan kemudian diikat menggunakan tali daut ulang sebelum diangkut menuju tempat pengolahan akhir. Penghematan ruang penyimpanan sampah ini membuat area posko pengungsian menjadi jauh lebih rapi dan higienis.
Inovasi alat penekan mekanis ini disempurnakan dengan kombinasi perangkat pencacah sampah plastik yang ditempatkan pada stasiun pengolahan limbah sekolah. Botol plastik yang telah dicacah menjadi serpihan kecil memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi ketika dijual ke industri daur ulang. Hasil penjualan cacahan plastik digunakan kembali untuk membeli pasokan makanan dan obat-obatan bagi para korban bencana di pengungsian. Pengelolaan sampah yang terintegrasi ini menciptakan nilai tambah ekonomis sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Proses pembuatan alat di bengkel sekolah melibatkan para siswa secara langsung untuk mengasah keterampilan mengelas, memotong besi, dan mengukur presisi komponen. Siswa dibimbing untuk memperhatikan aspek keselamatan kerja serta kenyamanan pemakai saat merancang tuas penekan alat. Pengalaman pembuatan alat teknik tepat guna ini menjadi bekal portofolio yang sangat berharga bagi para siswa sebelum memasuki dunia kerja industri.
Penggunaan alat pemadat limbah manual di beberapa posko pengungsian mendapat respon yang sangat positif dari para relawan kebersihan di lapangan. Waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir dapat dipangkas secara efisien setiap harinya. Lingkungan penampungan darurat terbebas dari pemandangan tumpukan sampah plastik yang berserakan.
Inovasi rekayasa mesin tepat guna ini membuktikan bahwa karya siswa kejuruan mampu memberikan kontribusi nyata dalam penanganan krisis kebersihan akibat bencana. Diharapkan alat pemadat sampah manual ini dapat diproduksi lebih banyak untuk dibagikan ke berbagai daerah rawan bencana di seluruh nusantara.