Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu masalah lingkungan tahunan yang paling serius di Indonesia, yang tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan gangguan kesehatan bagi jutaan orang. Menanggapi isu nasional ini, tim robotik dari SMK Cita Teknika meluncurkan proyek inovatif berupa pengembangan drone pemantau hutan yang dirancang khusus untuk deteksi dini titik panas (hotspot). Dengan teknologi ini, pengawasan area hutan yang sangat luas dan sulit dijangkau oleh manusia dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat, dan real-time.
Proyek drone pemantau ini mengintegrasikan perangkat keras drone yang tangguh dengan sensor termal canggih dan teknologi kecerdasan buatan. Siswa di SMK Cita Teknika merakit drone ini agar mampu terbang dalam durasi yang lebih lama dengan jangkauan sinyal yang kuat. Sensor termal yang terpasang pada drone berfungsi untuk mendeteksi suhu ekstrem di permukaan tanah yang merupakan indikasi awal adanya bara api di bawah lapisan gambut. Informasi ini sangat krusial karena sering kali kebakaran di lahan gambut tidak terlihat di permukaan, namun terus merambat di bawah tanah.
Salah satu fitur unggulan dari drone pemantau karya siswa ini adalah kemampuannya dalam melakukan pemetaan otomatis. Menggunakan algoritma khusus, drone dapat terbang secara otonom mengikuti koordinat yang telah ditentukan dan mengirimkan citra visual serta data suhu langsung ke pusat komando atau pos pemadam kebakaran terdekat. Jika suhu di suatu area melebihi ambang batas normal, sistem akan memberikan peringatan otomatis kepada petugas di darat. Hal ini memungkinkan tindakan pemadaman dilakukan sejak api masih kecil, sehingga mencegah terjadinya kebakaran hebat yang sulit dikendalikan.
Dalam proses pembelajarannya, siswa SMK Cita Teknika mendapatkan pengalaman langsung mengenai rekayasa aeronautika, pemrograman mikrokontroler, dan pengolahan data citra satelit. Mereka tidak hanya belajar merakit komponen, tetapi juga melakukan uji coba terbang di berbagai kondisi cuaca untuk memastikan keandalan drone pemantau tersebut. Tantangan seperti angin kencang di ketinggian dan gangguan sinyal di area terpencil menjadi bahan riset yang sangat berharga bagi mereka. Ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi dapat menghasilkan tenaga ahli yang mampu menjawab tantangan lingkungan yang sangat kompleks.